Minggu, 01 November 2009

Analisis pergerakan harga saham perusahaan Tifico,tbk 2 januari 2008 - 30 september 2009

PROFIL PERUSAHAAN TIFICO Tbk

PT. Tifico Tbk merupakan sebuah perusahaan kerja sama, yang didirikan pada tanggal 25 oktober 1973 sebagai perusahaan asing. Perusahaan ini go public pada bulan Juli 1976 dan 2 tahun kemudian perusahaan tersebut berhasil mendirikan pabriknya sendiri yang pertama. Pada tahun yang sama, perusahaan mampu memproduksi benang filamen dan serabut kapas sebesar 30 ton/hari untuk masing-masing produksi. Satu tahun kemudian pada tanggal 29 oktober 1977, Presiden RI, Bapak Suharto mendeklarasikan pembukaan pabrik tersebut.
Sejak tanggal 26 februari 1980, perusahaan ini menjadi sebuah produser Polyester Synthetic Fiber sebagai bahan mentah dari textile yang sudah di registrasi sebagai satu dari lima perusahaan yang menjual saham ke publik. Semua saham dari PT. TIFICO terdaftar di Jakarta Stock Exchange. Sejak tahun 1987, perusahaan memperluas proyeknya sebagai hasil TIFICO dan sekarang bisa memproduksi benang filamen sebesar 190 ton/hari dan serabut kapas sebesar 210 ton/hari. Dalam rangka untuk menaikkan kualitas dari bahan mentah, perusahaan menjaga pengembangan untuk memproduksi benang filamen dengan kualitas yang lebih tinggi.
Sejauh ini, perusahaan merasa dukungan dan tuntunan dari pemerintah telah memberikan efek utama ke perusahaan, khususnya pembangunan pabrik textille dan serat. Di area produksi, perusahaan menjaga kualitasnya di segala bidang, dan didukung oleh Teijin Limited, Japan. Perusahaan juga mengimplementasikan satu langkah ke depan dengan membuat kebijakan untuk menjaga posisi sebagai bidak dan perusahaan terdepan.


 Management of the Company Board of Commissioners :
Mardjono Reksodiputro, Yoshinaga Karasawa, Risaldi Kasri
 Board of Directors
 Yoshio Fukuda, Osamu Makino, Akihiko Kaneko, Masaya Ito, Hiroyuki Osaka, Ricky Setiawan Nazir, Nafis Adwani.



ANALISIS PERGERAKAN HARGA SAHAM PERUSAHAAN TIFICO Tbk

A. GRAFIK PERGERAKAN HARGA SAHAM

Grafik 1: Harga Saham dan Volume Transaksi Perusahaan Tifico Tbk dari 2 Januari 2008- 30 September 2009


B. ANALISIS PERGERAKAN HARGA SAHAM
Saham merupakan surat berharga dan bukti kepemilikan bagi investor terhadap perusahaan yang sudah go public seperti perusahaan Tifico Tbk. Ada banyak faktor yang mempengaruhi harga saham suatu perusahaan. Harga saham bisa naik dan turun, terutama disebabkan karena faktor permintaan dan penawaran. Apabila dalam satu hari lebih banyak investor yang ingin membeli saham A daripada yang ingin menjualnya, otomatis harga saham A juga akan naik. Adapun permintaan dan penawaran saham sendiri juga dipengaruhi oleh banyak hal. Yang pertama adalah pergerakan suku bunga. Pada saat suku bunga naik, harga saham cenderung akan turun. Sebagian investor mungkin akan menjual sahamnya dan kemudian akan memindahkan uangnya ke deposito perbankan yang suku bunganya naik dan begitu sebaliknya. Selain suku bunga, inflasi atau kenaikan harga barang dan jasa juga bisa membuat harga- harga saham turun. Di samping dua hal tersebut masih banyak faktor lain yang juga mempengaruhi naik turunnya harga saham antara lain kinerja perusahaan penerbit saham. Semakin tinggi penjualan dan laba bersih perusahaan, maka investor juga akan memburu sehingga harga saham juga pasti akan naik. Harga saham juga terkadang dipengaruhi oleh faktor- faktor politik, sosial, keamanan; harga pasar; rumor.
Dari data harian yang dikumpulkan dari tanggal 2 Januari 2008- 30 September 2009, maka kita dapat membuat grafik pergerakan harga saham untuk Perusahaan Tifico Tbk seperti yang ditunjukkan pada grafik 1 di atas.
Dari grafik di atas secara umum dapat dilihat bahwa grafik harga saham dan volume transaksi cukup berfluktuatif. Harga saham di Perusahaan Tifico naik turun. Pada tanggal 6 sampai 23 oktober 2008, diketahui terdapat 29 saham di Bursa Efek Indonesia ( BEI ) yang menguat 1- 42%, salah satunya adalah Perusahaan Tifico Tbk, dimana sahamnya menguat sebesar 38,2%. Kenaikan saham tersebut diakibatkan karena adanya kenaikan harga saham BII dan Bank Ekonomi yang diperkirakan karena sentimen positif rencana akibat penawaran tender (tender offer) saham publik oleh Malayan Bank (Maybank) serta Bank HSBC. Untuk perusahaan Tifico Tbk kenaikan tersebut dinilai cukup rasional karena juga diikuti dengan volume transaksi yang cukup besar. Namun yang terjadi pada tanggal 28 April 2009 saham perusahaan Tifico mengalami penurunan sebanyak 40 karena perusahaan Tifico mengeluarkan saham sebanyak 60.000 saham sehingga mengakibatkan saham yang beredar di pasar terlalu banyak dan membuat harga saham itu sendiri pun turun.
Tanggal 8 Juli 2009 ternyata saham Tifico mengalami kenaikan kembali dari 190 menjadi 210 yang disebabkan karena adanya pemilihan Presiden.
Informasi lain yang didapat pada tanggal 17 Juli 2009 terjadi bom di ritz carlton dan JW Marriot tetapi ternyata hal itu tidak berpengaruh terhadap saham perusahaan Tifico yang menunjukkan grafik stabil,ini membuktikan bahwa perusahaan Tifico bisa bertahan.
C. NILAI TERTINGGI DAN TERENDAH, RERATA, DAN STANDAR DEVIASI


High

Low

Close

Volume

Rerata

263,7678

263,2938

263,4455

1639,81

Standart Deviasi

64,7306

64,98048

64,91274

8537,102

Terendah

161

161

161

0

Tertinggi

370

370

370

67500


Berdasarkan tabel analisis saham diperoleh :
Rerata harga saham pada harga tertinggi saham sebesar 263,7678, harga terendah saham sebesar 263,2938, dan rerata harga saham pada harga penutupan sebesar 263,4455. Standar deviasi pada harga tertinggi saham 64,7306 , pada harga terendah saham 64,98048, pada harga penutupan saham 64,91274.
Harga tertinggi harga saham terjadi pada tanggal 25 April 2008 sampai dengan 2 Mei 2008 sebesar 370.
Harga terendah harga saham terjadi pada tanggal 12 Mei sampai dengan 14 Mei 2009 sebesar 161.
Rerata volum perdagangan harian sebesar 1639,81

D. ANALISIS DARI NILAI TERTINGGI DAN TERENDAH, RERATA, DAN STANDAR DEVIASI
Berdasarkan perhitungan dari data harian Perusahaan Tifico dari tanggal 2 Januari 2008- 30 September 2009, kita dapat menghitung nilai tertinggi, nilai terendah, rerata, dan standart deviasi.
Rerata harga saham adalah harga rata – rata dari suatu saham dalam suatu periode. Rerata harga saham dapat dihitung dengan menjumlah harga – harga saham untuk jangka waktu n terakhir dan membaginya dengan n. Rerata harga saham berguna untuk mengamati perubahan harga. Investor umumnya membeli ketika harga saham naik di atas reratanya dan menjual ketika harga saham turun di bawah reratanya. Dari perhitungan yang telah dilakukan diperoleh rerata harga saham tertinggi sebesar 263,7678, harga terendah saham sebesar 263,2938 , dan rerata harga saham pada harga penutupan sebesar 64,91274.
Deviasi Standar adalah penyempurnaan dari deviasi rata-rata (dihitung berdasarkan pada semua nilai dalam data, berdasarkan rata-rata yaitu “median atau rata-rata hitung”. Dalam deviasi standart penghitungannya didasarkan pada setiap item, dihitung berdasarkan rata-rata hitung dari nilai dalam data, mengukur dispersi (berhubungan dengan penjabaran data, diukur dengan range atau jaraknya), dirumuskan berdasarkan logika matematika (tanda ‘+’ dan ’-‘deviasi diperhitungkan), bila setiap nilai dalam data ditambah atau dikurangi dengan suatu bilangan tetap maka deviasi standar tidak berubah. Bila setiap nilai dalam data dikalikan atau dibagi dengan suatu bilangan tetap, deviasi standart turut dikalikan atau dibagi dengan bilangan itu. Dari perhitungan terhadap harga saham perusahaan diperoleh standar deviasi pada harga tertinggi saham sebesar 64,7306, pada harga terendah saham sebesar 64,98048, pada harga penutupan saham sebesar 64,91274. Nilai standar deviasi yang tinggi terjadi ketika data yang dianalisis berubah secara dramatis. Sebaliknya ketika data yang dianalisis berada dalam keadaan stabil. Jadi, bila dilihat grafik dan hasil perhitungan standar deviasi harga saham yang tinggi diketahui bahwa harga saham berubah secara tidak stabil.
Harga tertinggi harga saham atau high adalah harga tertinggi atau harga perdagangan tertinggi untuk suatu periode. Ini adalah titik dimana ada banyak penjual daripada pembeli. High mencerminkan harga tertinggi dimana penjual bersedia menjual pada harga yang lebih tinggi dan merupakan harga tertinggi dimana pembeli bersedia untuk membayar. Harga tertinggi saham perusahaan terjadi pada tanggal 25 April 2008 sampai dengan 2 Mei 2008 sebesar 370, yang berarti pembeli tidak akan bersedia membeli bila harga saham di atas 370. Tingkat harga tertinggi ini merupakan tingkat “resistanace” (tahanan) dimana penjual mengambil kontrol sehingga mencegah harga naik lebih jauh.
Harga terendah harga saham atau low adalah harga perdagangan terendah untuk suatu periode. Ini adalah titik dimana ada lebih banyak pembeli daripada penjual. Low mencerminkan harga terendah dimana penjual bersedia menerima untuk menjual sahamnya. Harga terendah harga saham perusahaan terjadi pada tanggal 12 Mei sampai dengan 14 Mei 2009 sebesar 161. Tingkat harga ini merupakan tingkat “support” (dukungan) dimana pembeli mengambil control sehingga mencegah harga turun lebih jauh.
Volume adalah jumlah saham yang diperdagangkan untuk suatu periode. Volume ini berhubungan erat dengan harga saham tersebut. Ketika harga saham tersebut naik, maka volume perdagangan akan meningkat pula, demikian pula sebaliknya, saat harga saham turun maka volume perdagangan akan ikut turun pula. Grafik di atas menunjukan bahwa pergerakan harga saham perusahaan tidak stabil. Adapun rerata volum perdagangan harian sebesar 1639,81, dimana volum saham tertinggi terjadi pada tanggal 28 April 2009 sebesar 67500.

E. KESIMPULAN HASIL ANALISIS PERGERAKAN HARGA SAHAM
Berdasarkan analisis pergerakan saham dan volum perdagangan PT Tifico, Tbk diketahui bahwa standar deviasi pada harga tertinggi saham 64,7306, pada harga terendah saham 64,98048, pada harga penutupan saham 64,91274. Harga tertinggi harga saham terjadi pada tanggal 25 April 2008 sampai dengan 2 Mei 2008 sebesar 370. Harga terendah harga saham terjadi pada 12 Mei 2009 sampai dengan 14 Mei 2009 sebesar 161. Rerata volum perdagangan harian sebesar 1639,81.
Standar deviasi yang besar menunjukan bahwa saham berada dalam kondisi tidak stabil. Selain itu grafik juga menunjukan pergerakan volum perdagangan harian yang tidak stabil megikuti pergerakan harga saham.
Jadi dapat disimpulkan bahwa kondisi saham perusahaan tidak cukup baik atau tidak stabil sehingga memiliki tingkat resiko yang relative besar. Kondisi saham yang tidak stabil ini akan mempengaruhi keputusan investor untuk berinvestasi di perusahaan, karena investor menginginkan tingkat pengembalian yang besar namun tingkat resiko yang kecil.

1 komentar:

  1. sy mw tny, kl mw meneliti pengaruh pengungkapan terhadap pergerakan harga saham selama 15 hr stlh tgl pngungk utk bbrp perush, cara ngitung pergerakan hrg shm ny gmn y supaya bisa dihasilkan suatu angka yg akan dimasukkan ke model regresi?
    trima kasih sblmny,

    BalasHapus